Read This Post

Serahterima Jabatan Komandan Koharmatau

”Berbagai hal yang merupakan gambaran dan harapan organisasi terhadap eksistensi dan kinerja Koharmatau dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Udara. Meningkatnya kemampuan pemeliharaan dan produksi materiil, kemampuan enginering dan ‘jaminan kualitas’ hasil pemeliharaan alutsista, merupakan kriteria keberhasilan Koharmatau dalam mengemban misi satuan”.

Demikian Sambutan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Madya TNI Imam Sufaat, S.I.P saat serahterima jabatan Komandan Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Dankoharmatau), di Lapangan Apel Sathar 16, Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Sabtu (16/1).

Komandan Koharmatau diserahterima dari Marsekal Muda TNI Sunaryo HW kepada Marsekal Pertama TNI Ferdinand Alex Myne. Yang selanjutnya Marsekal Muda TNI Sunaryo HW (pejabat lama) sebagai Perwira Tinggi (Pati) TNI AU dalam rangka memasuki purna tugas, sementara Marsma TNI Ferdinand Alex Myne yang sebelumnya menjabat sebagai Kadisaeroau.

Lebih lanjut Marsekal Madya TNI Imam Sufaat, S.I.P mengatakan, bahwa serah terima jabatan merupakan bagian dari proses dinamika kehidupan organisasi, yang harus senantiasa dilakukan secara terencana dan berkesinambungan. Oleh karena itu melalui pergantian pejabat, diharapkan dapat terus ditumbuh kembangkan lingkungan kerja yang semakin dinamis, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kinerja organisasi dalam mewujudkan visi dan misi organisasi.

Keberadaan Koharmatau sebagai kotama fungsional di bidang pemeliharaan dan produksi materiil TNI Angkatan Udara maupun tugas-tugas lainnya, mempunyai nilai yang sangat strategis bagi TNI Angkatan Udara. Dari sudut pandang aspek teknis operasional pemeliharaan, Koharmatau beserta jajarannya merupakan ujung tombak organisasi dalam upaya meningkatkan kesiapan alutsista TNI Angkatan Udara.

Kasau berharap agar nilai strategis keberadaan Koharmatau ini, dapat senantiasa dipahami oleh seluruh elemen Kotama, sebagai sebuah kehormatan yang harus mampu dipertanggungjawabkan dengan profesionalitas dalam mengemban visi dan misi organisasi.

Terlebih Saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan peran BUMN Industri Pertahanan dalam memenuhi kebutuhan pengadaan maupun pemeliharaan alutsista TNI. Sementara Koharmatau beserta seluruh jajarannya, mempunyai potensi kemampuan sumber daya yang memadai dibidang pemeliharaan. Oleh karenanya kondisi ini dapat kita manfaatkan sebagai peluang sekaligus momen yang tepat untuk melakukan perbaikan sistem secara bertahap.

“Harapan ini hanya dapat diwujudkan melalui sinergitas potensi kemampuan sumber daya manusia, anggaran, alat peralatan, sistem dan metode, serta kemampuan pendukung lainnya. Tekad, semangat dan dedikasi dari seluruh personel jajaran Koharmatau menjadi kunci sukses dan sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan untuk melakukan langkah-langkah perubahan ke arah yang lebih baik”, tegas Kasau.

Koordinasi dan kerjasama antar instansi terkait perlu terus ditingkatkan dalam rangka melakukan terobosan yang diperlukan sebagai langkah percepatan untuk mewujudkan ’common goal’ yang diharapkan.


Beberapa hal penting berkaitan dengan “common goal”, diantaranya meningkatnya kesiapan alutsista, guna mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI Angkatan Udara dalam pelaksanaan tugas Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP); menurunnya tingkat ketergantungan sistem pemeliharaan dan materiil alutsista produk luar negeri; terwujudnya efektifitas dan efisiensi anggaran pemeliharaan, serta terhindarnya penggunaan anggaran pemeliharaan dari proses yang berakibat pada ekonomi biaya tinggi; dan terwujudnya kemandirian sistem pemeliharaan dan pengadaan materiil alutsista secara wajar dan proporsional.

Do Your Best, Share Our Article

Related Posts